Senin, 16 November 2015

Tips Cara Mengobati Cacar Air dan Resep Tradisional alami Obat Varicella

 Dalam artikel ini saya akan menyampaikan Obat Cacar Air dan resep tradiosional yang alami untuk penyakit cacar air.
Pernahkah anda merasa sedikit demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan lemah?
Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Ya, itu adalah gejala-gejala khas untuk infeksi virus. Jika anda pernah merasakan gejala di atas, kemungkinan anda terjangkit penyakit Varicella atau Cacar Air.
Cacar air atau dalam bahasa medisnya disebut sebagai varicella simplex adalah sejenis penyakit yang menyerang kulit. Cacar Air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat. Penyakit cacar air akan menyerang setiap orang yang belum pernah kena. Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena Cacar Air.
cacar air atau Chicken Pox termasuk penyakit yang cepat menular. Penyakit yang dikalangan medis disebut HERPES ini sebetulnya adalah penyakit radang kulit yang biasanya ditandai dengan bintik-bintik gelembung di kulit yaang berisi air. Penyakit ini dibedakan menjadi dua macam golongan, yaitu Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.
"Seseorang mudah terserang virus jika daya tahan tubuhnya lemah" papar dr wakim suhendar (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Menurut ahli kesehatan, Varicella adalah infeksi primer akut yang disebabkan oleh Varicella Zooster Virus (VZV), yang menyerang kulit dan mukosa.
”Lenting kemerahan (vesikel) pada Cacar Air bentuknya khas seperti tetesan embun dan bening isinya. Varicella biasanya menyerang daerah punggung dan dada terlebih dahulu, kemudian dari sentral tubuh ke perifer (pinggir),”
oleh virus Varicella zoster yang menyerang tubuh kemudian menginfeksi bagian tubuh dan ditunjukkan dengan gejala timbulnya bengkak - bengkak pada tubuh yang di dalamnnya terdapat air. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis.
Bintil - bintil / Ruam kulit ini tersebut akan terasa gatal terutama jika tubuh berkeringat, mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga tak sengaja tergaruk. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap (hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga kemudian tidak meninggalkan bekas lagi.”Namun, sebaliknya jika lenting Cacar Air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas Cacar Air tadi akan meninggalkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas Cacar Air akan lebih sulit menghilang.
Yang perlu diperhatikan adalah, virus ini menyerang ketika ketahanan tubuh melemah atau kondisi badan sedang tidak fit.
Cara penyebaran virus Varicella ini melalui udara atau Aerogen. Karena melalui udara, virus dapat dengan cepat berpindah dan kontak dengan orang lain. Selain itu, kontak fisik dengan penderita cacar air ini juga semakin meningkatkan resiko tertular. Secara umum penyakit ini ditularkan dengan kontak langsung dengan si penderita. Seperti proses penularan melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke atas gelembung/lepuh yang pecah. Air yang berada di dalam gelembung cacar air jika pecah dan mengenai kulit akan lebih cepat tertular. Perlu juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari penderita cacar air.
Penyakit cacar air merupakan penyakit yang menular karena disebabkan oleh virus tetapi jika sudah pernah terserang maka tubuh sudah menjadi kebal terhadap seragan infeksi virus ini.
Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak langsung pada si penderita.
Gejala Cacar Air atau Varicella
Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
Sebenarnya gejala awal timbulnya penyakit cacar air ini hampir sama dengan penyakit Flu. Penderita seringkali mengira dirinya hanya terserang penyakit flu biasa.
Gejala cacar air akan lebih nampak saat munculnya bentol kemerahan di permukaan kulit dalam jumlah yang banyak.
Gejala awal cacar air antara lain:
= Kondisi badan terasa menurun atau tidak fit, lemah dan mudah capek.
= Mulai merasakan demam disertai flu ringan.
= Mulai merasakan nyeri di pergelangan sendi dan ngilu, tapi tidak semua penderita mengalaminya, ada yang hanya demam beberapa hari.
= Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada dewasa biasanya lebih berat.
= 24-36 jam setelah timbulnya gejala awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan waktu selama 6-8 jam.
= Selanjutnya akan terbentuk bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Muncul bentol kemerahan seperti gelembung yang berisi air di permukaan kulit. Umumnya, muncul pertama kali di daerah dada.
= Setelah muncul bentol atau gelembung yang berisi air di seluruh tubuh, masa inkubasi dari cacar air ini adalah sekitar 2 - 3 minggu tergantung dari daya tahan tubuh penderita cacar air. Semakin kuat daya tahan tubuhnya, maka cacar air yang keluar di permukaan kulit hanya sedikit dan cepat mengering.
= Papula di wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu). Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
= Papula di mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata, saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
= Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.
= Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.
= Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
= Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.
Komplikasi Cacar Air atau Varicella
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
Pneumonia karena virus
Peradangan jantung
Peradangan sendi
Peradangan hati
Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
Ensefalitis (infeksi otak).
Diagnosa Cacar Air atau Varicella
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).
Untuk pencegahan Cacar Air atau Varicella
jika sudah ada orang yang terkena dapat menaikkan daya tahan tubuh, makan yang tinggi protein, minum vitamin-vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh atau dengan vaksin.
Vaksinnya bernama varilrix, bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin varicella-zoster. untuk dosisnya biasanya 2 kali penyuntikan, vaksin dianjurkan di atas umur 12 bulan sekali, diulang 3-4 tahun untuk anak. Untuk dewasa dapat dilakukan kapan pun terserah pada umur berapa, biasanya 1 kali dosis kemudian diulang sekali lagi sebulan kemudian, dapat disuntikkan lewat bahu atau paha.
https://id-id.facebook.com/AnekaResepAlamiSeputarKesehatanTubuhWakimSuhendar/posts/365855833523261

Tidak ada komentar:

Posting Komentar