Dalam artikel ini saya akan menyampaikan Obat Cacar Air dan resep tradiosional yang alami untuk penyakit cacar air.
Pernahkah anda merasa sedikit demam, pilek, cepat lelah, lesu, dan lemah?
Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala
dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang
berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut
atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Ya, itu
adalah gejala-gejala khas untuk infeksi virus. Jika anda pernah
merasakan gejala di atas, kemungkinan anda terjangkit penyakit Varicella
atau Cacar Air.
Cacar air atau dalam bahasa medisnya disebut
sebagai varicella simplex adalah sejenis penyakit yang menyerang kulit.
Cacar Air merupakan penyakit kulit yang umum dikenal masyarakat.
Penyakit cacar air akan menyerang setiap orang yang belum pernah kena.
Hampir semua orang dari anak-anak sampai dewasa pernah terkena Cacar
Air.
cacar air atau Chicken Pox termasuk penyakit yang cepat
menular. Penyakit yang dikalangan medis disebut HERPES ini sebetulnya
adalah penyakit radang kulit yang biasanya ditandai dengan bintik-bintik
gelembung di kulit yaang berisi air. Penyakit ini dibedakan menjadi dua
macam golongan, yaitu Herpes Genetalis dan Herpes Zoster.
"Seseorang mudah terserang virus jika daya tahan tubuhnya lemah" papar
dr wakim suhendar (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Menurut ahli
kesehatan, Varicella adalah infeksi primer akut yang disebabkan oleh
Varicella Zooster Virus (VZV), yang menyerang kulit dan mukosa.
”Lenting kemerahan (vesikel) pada Cacar Air bentuknya khas seperti
tetesan embun dan bening isinya. Varicella biasanya menyerang daerah
punggung dan dada terlebih dahulu, kemudian dari sentral tubuh ke
perifer (pinggir),”
oleh virus Varicella zoster yang menyerang
tubuh kemudian menginfeksi bagian tubuh dan ditunjukkan dengan gejala
timbulnya bengkak - bengkak pada tubuh yang di dalamnnya terdapat air.
Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan
dengan dinding tipis.
Bintil - bintil / Ruam kulit ini tersebut
akan terasa gatal terutama jika tubuh berkeringat, mungkin terasa agak
nyeri atau gatal sehingga tak sengaja tergaruk. Jika lenting ini
dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng (krusta) yang
nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap
(hiperpigmentasi). Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga
kemudian tidak meninggalkan bekas lagi.”Namun, sebaliknya jika lenting
Cacar Air tersebut dipecahkan. Krusta akan segera terbentuk lebih dalam
sehingga akan mengering lebih lama. kondisi ini memudahkan infeksi
bakteri terjadi pada bekas luka garukan tadi. Setelah mengering bekas
Cacar Air tadi akan meninggalkan bekas yang dalam. Terlebih lagi jika
penderita adalah dewasa atau dewasa muda, bekas Cacar Air akan lebih
sulit menghilang.
Yang perlu diperhatikan adalah, virus ini menyerang ketika ketahanan tubuh melemah atau kondisi badan sedang tidak fit.
Cara penyebaran virus Varicella ini melalui udara atau Aerogen. Karena
melalui udara, virus dapat dengan cepat berpindah dan kontak dengan
orang lain. Selain itu, kontak fisik dengan penderita cacar air ini juga
semakin meningkatkan resiko tertular. Secara umum penyakit ini
ditularkan dengan kontak langsung dengan si penderita. Seperti proses
penularan melalui bersin, batuk, pakaian yang tercemar dan sentuhan ke
atas gelembung/lepuh yang pecah. Air yang berada di dalam gelembung
cacar air jika pecah dan mengenai kulit akan lebih cepat tertular. Perlu
juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari
penderita cacar air.
Penyakit cacar air merupakan penyakit yang
menular karena disebabkan oleh virus tetapi jika sudah pernah terserang
maka tubuh sudah menjadi kebal terhadap seragan infeksi virus ini.
Gejalanya akan timbul dalam masa 7-21 hari setelah seseorang mengalami kontak langsung pada si penderita.
Gejala Cacar Air atau Varicella
Gejalanya mulai timbul dalam waktu 10-21 hari setelah terinfeksi.
Sebenarnya gejala awal timbulnya penyakit cacar air ini hampir sama
dengan penyakit Flu. Penderita seringkali mengira dirinya hanya
terserang penyakit flu biasa.
Gejala cacar air akan lebih nampak saat munculnya bentol kemerahan di permukaan kulit dalam jumlah yang banyak.
Gejala awal cacar air antara lain:
= Kondisi badan terasa menurun atau tidak fit, lemah dan mudah capek.
= Mulai merasakan demam disertai flu ringan.
= Mulai merasakan nyeri di pergelangan sendi dan ngilu, tapi tidak
semua penderita mengalaminya, ada yang hanya demam beberapa hari.
=
Pada anak-anak yang berusia diatas 10 tahun, gejala awalnya berupa
sakit kepala, demam sedang dan rasa tidak enak badan. Gejala tersebut
biasanya tidak ditemukan pada anak-anak yang lebih muda, gejala pada
dewasa biasanya lebih berat.
= 24-36 jam setelah timbulnya gejala
awal, muncul bintik-bintik merah datar (makula). Kemudian bintik
tersebut menonjol (papula), membentuk lepuhan berisi cairan (vesikel)
yang terasa gatal, yang akhirnya akan mengering. Proses ini memakan
waktu selama 6-8 jam.
= Selanjutnya akan terbentuk
bintik-bintik dan lepuhan yang baru. Muncul bentol kemerahan seperti
gelembung yang berisi air di permukaan kulit. Umumnya, muncul pertama
kali di daerah dada.
= Setelah muncul bentol atau gelembung yang
berisi air di seluruh tubuh, masa inkubasi dari cacar air ini adalah
sekitar 2 - 3 minggu tergantung dari daya tahan tubuh penderita cacar
air. Semakin kuat daya tahan tubuhnya, maka cacar air yang keluar di
permukaan kulit hanya sedikit dan cepat mengering.
= Papula di
wajah, lengan dan tungkai relatif lebih sedikit; biasanya banyak
ditemukan pada batang tubuh bagian atas (dada, punggung, bahu).
Bintik-bintik sering ditemukan di kulit kepala.
= Papula di
mulut cepat pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus), yang seringkali
menyebabkan gangguan menelan. Ulkus juga bisa ditemukan di kelopak mata,
saluran pernafasan bagian atas, rektum dan vagina.
= Papula pada pita suara dan saluran pernafasan atas kadang menyebabkan gangguan pernafasan.
= Bisa terjadi pembengkaan kelenjar getah bening di leher bagian samping.
= Cacar air jarang menyebabkan pembentukan jaringan parut, kalaupun ada, hanya berupa lekukan kecil di sekitar mata.
= Luka cacar air bisa terinfeksi akibat garukan dan biasanya disebabkan oleh stafilokokus.
Komplikasi Cacar Air atau Varicella
Anak-anak biasanya sembuh dari cacar air tanpa masalah. Tetapi pada
orang dewasa maupun penderita gangguan sistem kekebalan, infeksi ini
bisa berat atau bahkan berakibat fatal.
Adapun komplikasi yang bisa ditemukan pada cacar air adalah:
Pneumonia karena virus
Peradangan jantung
Peradangan sendi
Peradangan hati
Infeksi bakteri (erisipelas, pioderma, impetigo bulosa)
Ensefalitis (infeksi otak).
Diagnosa Cacar Air atau Varicella
Diagnosis ditegakkan berdasarkan ruam kulit yang khas (makula, papula, vesikel dan keropeng).
Untuk pencegahan Cacar Air atau Varicella
jika sudah ada orang yang terkena dapat menaikkan daya tahan tubuh,
makan yang tinggi protein, minum vitamin-vitamin yang bisa meningkatkan
daya tahan tubuh atau dengan vaksin.
Vaksinnya bernama varilrix,
bisa diberikan immunoglobulin zoster atau immunoglobulin
varicella-zoster. untuk dosisnya biasanya 2 kali penyuntikan, vaksin
dianjurkan di atas umur 12 bulan sekali, diulang 3-4 tahun untuk anak.
Untuk dewasa dapat dilakukan kapan pun terserah pada umur berapa,
biasanya 1 kali dosis kemudian diulang sekali lagi sebulan kemudian,
dapat disuntikkan lewat bahu atau paha.
https://id-id.facebook.com/AnekaResepAlamiSeputarKesehatanTubuhWakimSuhendar/posts/365855833523261
Tidak ada komentar:
Posting Komentar