Minggu, 15 November 2015

upaya pencegahan dan penangulangan penyakit tahun 2011

Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Tahun 2011
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit meliputi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penanggulangan penyakit menular, antara lain penanggulangan penyakit TBC mampu meningkatkan angka kesembuhan penderita TBC dari 90% menjadi 96,46%.
Penanggulangan penyakit menular Demam Berdarah (DB) melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang telah berhasil menekan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue dengan pola partisipasi masyarakat dengan beberapa kegiatan yaitu gerakan PSN, porselenisasi bak mandi, dan abatisasi massal selektif. Kegiatan tersebut, mampu menurunkan angka penderita demam berdarah dari 10,19 menjadi 1,9 per 10.000 penduduk. Namun demikian penyakit DB di Kota Surakarta masih perlu mendapat perhatian, mengingat angka kepadatan nyamuk baik di pemukiman maupun disekolah melebihi target angka nasional.
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dilakukan melalui Puskesmas dengan pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Puskesmas Manahan dan Sangkrah, 1 Puskesmas Voluntary Clinic Test (VCT) di Puskesmas Manahan dan 2 rumah sakit yaitu Rumah Sakit Dr. Oen dan RSUD Dr. Moewardi.
Upaya pencegahan telah dilakukan pula melalui sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada siswa SMA/SMK, guru SMA/SMK, PKK dan Warga Peduli AIDS di 8 (delapan) kalurahan resiko tinggi. Penemuan kasus HIV/AIDS pada tahun 2011 mengalami peningkatan, yaitu HIV sebanyak 76 kasus dari 59 kasus, dan AIDS sebanyak 125 kasus dari 105 kasus. Penemuan kasus yang meningkat menjadi keprihatinan kita bersama untuk lebih meningkatkan sosialisasi serta pencegahan penyebaran sedini mungkin.
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit meliputi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penanggulangan penyakit menular, antara lain penanggulangan penyakit TBC mampu meningkatkan angka kesembuhan penderita TBC dari 90% menjadi 96,46%.
Penanggulangan penyakit menular Demam Berdarah (DB) melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang telah berhasil menekan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue dengan pola partisipasi masyarakat dengan beberapa kegiatan yaitu gerakan PSN, porselenisasi bak mandi, dan abatisasi massal selektif. Kegiatan tersebut, mampu menurunkan angka penderita demam berdarah dari 10,19 menjadi 1,9 per 10.000 penduduk. Namun demikian penyakit DB di Kota Surakarta masih perlu mendapat perhatian, mengingat angka kepadatan nyamuk baik di pemukiman maupun disekolah melebihi target angka nasional.
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dilakukan melalui Puskesmas dengan pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Puskesmas Manahan dan Sangkrah, 1 Puskesmas Voluntary Clinic Test (VCT) di Puskesmas Manahan dan 2 rumah sakit yaitu Rumah Sakit Dr. Oen dan RSUD Dr. Moewardi.
Upaya pencegahan telah dilakukan pula melalui sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada siswa SMA/SMK, guru SMA/SMK, PKK dan Warga Peduli AIDS di 8 (delapan) kalurahan resiko tinggi. Penemuan kasus HIV/AIDS pada tahun 2011 mengalami peningkatan, yaitu HIV sebanyak 76 kasus dari 59 kasus, dan AIDS sebanyak 125 kasus dari 105 kasus. Penemuan kasus yang meningkat menjadi keprihatinan kita bersama untuk lebih meningkatkan sosialisasi serta pencegahan penyebaran sedini mungkin.
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit meliputi penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penanggulangan penyakit menular, antara lain penanggulangan penyakit TBC mampu meningkatkan angka kesembuhan penderita TBC dari 90% menjadi 96,46%.
Penanggulangan penyakit menular Demam Berdarah (DB) melalui Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) yang telah berhasil menekan jumlah kasus Demam Berdarah Dengue dengan pola partisipasi masyarakat dengan beberapa kegiatan yaitu gerakan PSN, porselenisasi bak mandi, dan abatisasi massal selektif. Kegiatan tersebut, mampu menurunkan angka penderita demam berdarah dari 10,19 menjadi 1,9 per 10.000 penduduk. Namun demikian penyakit DB di Kota Surakarta masih perlu mendapat perhatian, mengingat angka kepadatan nyamuk baik di pemukiman maupun disekolah melebihi target angka nasional.
Upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit HIV/AIDS dilakukan melalui Puskesmas dengan pelayanan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Puskesmas Manahan dan Sangkrah, 1 Puskesmas Voluntary Clinic Test (VCT) di Puskesmas Manahan dan 2 rumah sakit yaitu Rumah Sakit Dr. Oen dan RSUD Dr. Moewardi.
Upaya pencegahan telah dilakukan pula melalui sosialisasi bahaya HIV/AIDS kepada siswa SMA/SMK, guru SMA/SMK, PKK dan Warga Peduli AIDS di 8 (delapan) kalurahan resiko tinggi. Penemuan kasus HIV/AIDS pada tahun 2011 mengalami peningkatan, yaitu HIV sebanyak 76 kasus dari 59 kasus, dan AIDS sebanyak 125 kasus dari 105 kasus. Penemuan kasus yang meningkat menjadi keprihatinan kita bersama untuk lebih meningkatkan sosialisasi serta pencegahan penyebaran sedini mungkin.
http://www.surakarta.go.id/konten/upaya-pencegahan-dan-penanggulangan-penyakit-tahun-2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar